712-1543-1-SM

 Environment

 4 views
of 17
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Description
712-1543-1-SM
Share
Tags
Transcript
    http://jurnal.unimus.ac.id 1 MENGUKUR RENTABILITAS, LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, PROFIT MARGIN, RASIO OPERASI, DAN PRODUKTIFITAS TENAGA KERJA PERUM PEGADAIAN CABANG SLEMAN YOGYAKARTA PERIODE 2006  –   2008 Pandu Soetjitro STIE AKA Semarang Abstrak Perum Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank yang berada dibawah Departemen Keuangan Republik Indonesia. Tujuan utama pegadaian adalah untuk mengatasi agar masyarakat yang sedang membutuhkan uang tidak jatuh ke tangan  para pelepas uang atau tukang ijon atau tukang rentenir yang bunganya relatif tinggi. Pegadaian digunakan sebagai solusi untuk mendapatkan uang secara mudah, yaitu dengan menggadaikan barang yang memiliki nilai ekonomis seperti emas, barang-barang elektronik, perhiasan, dan lain-lain. Jangka waktu pengambilan barang yang digadaikan tergantung dari berapa nilai uang yang telah diterima oleh seorang pegadai, serta membayar bunga yang telah ditentukan. Sebagai lembaga kepercayaan masyarakat  perum pegadaian harus bekerja secara baik untuk mengetahui bahwa lembaga tersebut mempunyai kinerja yang baik terutama dibidang pengelolaan keuangan perlu dianalisa kesehatan finansialnya. Untuk mengetahui apakah suatu perusahaan bekerja secara baik, maka kita lihat pemanfaatan dana yang digunakan oleh perusahaan. Kata Kunci: Rentabilitas, Likuidaitas, Solvabilitas, Profit Margin, Rasio Operasi, Produktivitas PENDAHULUAN LATAR BELAKANG MASALAH Perum Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank yang  berada dibawah Departemen Keuangan Republik Indonesia. Tujuan utama pegadaian adalah untuk mengatasi agar masyarakat yang sedang membutuhkan uang tidak jatuh ke tangan para pelepas uang atau tukang ijon atau tukang rentenir yang bunganya relatif tinggi. Dalam kehidupan bermasyarakat, Pegadaian digunakan sebagai solusi untuk mendapatkan uang secara mudah, yaitu dengan menggadaikan barang yang memiliki nilai ekonomis seperti emas, barang-barang elektronik, perhiasan, dan lain-lain. Jangka    http://jurnal.unimus.ac.id 2 waktu pengambilan barang yang digadaikan tergantung dari berapa nilai uang yang telah diterima oleh seorang pegadai, serta membayar bunga yang telah ditentukan. Sebagai lembaga kepercayaan masyarakat perum pegadaian harus bekerja secara  baik untuk mengetahui bahwa lembaga tersebut mempunyai kinerja yang baik terutama dibidang pengelolaan keuangan perlu dianalisa kesehatan finansialnya. Untuk mengetahui apakah suatu perusahaan bekerja secara baik, maka kita lihat pemanfaatan dana yang digunakan oleh perusahaan. Untuk mengetahui tingkat kesehatan finansiil suatu perusahaan diperlukan alat-alat analisa finansiil. Diantara alat finansiil yang digunakan adalah analisa rasio. Umumnya analisa rasio yang digunakan untuk mengukur kesehatan finansiil suatu perusahaan adalah analisa rasio rentabilitas, likuiditas, solvabilitas ini merupakan indikator utamanya sedangkan indikator tambahan terdiri dari  profit margin, rasio operasi, dan produktivitas tenaga kerja. Menurut Bambang Riyanto (2001), analisis rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang dalam jangka pendek. Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban  perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang (Bambang Riyanto: 2001). Rentabilitas adalah Perbandingan antara laba dan aktiva atau modal yang menghasilkan laba (Bambang Riyanto : 2001). Untuk menganalisa tingkat kesehatan perusahaan tersebut akan berpedoman dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan RI No. 740/ KMK.00/1989 dan Surat Keputusan RI No. 826/KMK.013/1992. Dimana kinerja dirumuskan dengan indikator tertentu untuk menilai kinerja  perusahaan, sebagaimana yang telah digariskan dalam SK Menteri Keuangan Nomor 826/KMK.013/1992 tanggal 24 Juki 1992. Sehubungan dengan uraian latar belakang diatas dan mengingat pentingnya kinerja keuangan sebagai salah satu penilaian prestasi dalam perum pegadaian. RUMUSAN MASALAH Dari uraian latar belakang masalah diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Bagaimanakah tingkat kinerja keuangan  perusahaan umum pegadaian cabang Sleman Yogyakarta selama 3 (tiga) tahun terakhir dari periode tahun 2006 sampai dengan tahun 2008. Menurut kriteria SK Menteri Keuangan Nomor 826/KMK.013/1992 tanggal 24 Juli 1992.  TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN    http://jurnal.unimus.ac.id 3 Tujuan Penelitian a.   Untuk mengetahui tingkat rentabilitas, likuiditas, solvabilitas, profit margin, rasio operasi, dan produktifitas tenaga kerja  b.   Untuk mengukur kinerja keuangan Perum Pegadaian Cabang Sleman Yogyakarta selama periode tahun 2006  –   2008. Kegunaan Penelitian a.   Dengan mengetahui kinerja keuangan dilihat dari tingkat rentabilitas, likuiditas, solvabilitas, profit margin, rasio operasi, dan produktifitas tenaga kerja Perum Pegadaian Cabang Sleman Yogyakarta selama periode 2006  –   2008 sehingga dapat mengetahui tingkat kesehatan perusahaan.  b.   Dengan diketahui kinerja keuangan selama 3 (tiga) tahun dapat menggambarkan kondisi kesehatan perusahaan. PENELITIAN TERDAHULU Dibawah ini adalah penelitian yang dilakukan peneliti yang lain dengan bidang yang sama : 1)   Khusnul Khotimah (2007). Meneliti tentang Analisis Kinerja Keuangan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah selama lima tahun terakhir dari tahun 2001 sampai tahun 2005. Bahwa tingkat likuiditas perum perhutani unit I Jawa Tengah dapat dikatakan mempunyai dana yang lebih dari cukup untuk menjamin hutang jangka  pendek perusahaan dan perusahaan dalam kategori baik sekali. Tingkat solvabilitas perum perhutani unit I Jawa Tengah masih dapat dikatakan stabil dan masih dalam kondisi cukup karena mempunyai dana yang cukup untuk menjamin hutang jangka panjangnya. Tingkat rentabilitas perum perhutani unit I Jawa Tengah dapat dikatakan stabil dan masih dalam kondisi kategori baik karena  peningkatan modalnya selalu diimbangi dengan kenaikan laba usaha. 2)   Lusi Sundarwati (2004). Meneliti tentang Analisis Kinerja Keuangan Perum Perumnas Regional V Semarang selama lima tahun terakhir dari tahun 1996 sampai tahun 2000. Bahwa Tingkat Rentabilitas dari Rasio Operating Profit Margin mengalami peningkatan, walaupun demikian perusahaan telah mampu menghasilkan laba usaha (sebelum pajak) dengan menggunakan penjualan yang tersedia pada perusahaan.    http://jurnal.unimus.ac.id 4 LANDASAN TEORI Pengertian Perum Pegadaian Pegadaian merupakan badan perkreditan yang berada langsung dibawah departemen keuangan, yang menyalurkan uang pinjaman atas dasar hukum gadai, serta menerima barang bergerak. Jadi usaha pokok pegadaian adalah bergerak di bidang  perkreditan dengan menerima barang bergerak sebagai jaminan atas kredit yang disalurkan. Untuk mengatasi kesulitan dimana kebutuhan dana dapat dipenuhi tanpa kehilangan barang-barang berharga, maka masyarakat dapat menjaminkan barang- barangnya ke lembaga tertentu. Barang yang dijaminkan tersebut pada waktu tertentu dapat ditebus kembali setelah masyarakat melunasi pinjamannya. Kegiatan menjaminkan  barang-barang berharga untuk memperoleh sejumlah uang dan dapat ditebus kembali setelah jangka waktu tertentu. Dengan usaha gadai masyarakat tidak perlu takut kehilangan barang-barang  berharganya dan jumlah uang yang diinginkan dapat disesuaikan dengan harga barang yang dijaminkan. Perusahaan yang menjalankan usaha gadai disebut perusahaan  pegadaian dan secara resmi satu-satunya usaha gadai di Indonesia hanya dilakukan oleh  perum pegadaian. Pengertian Kredit  Menurut Undang-Undang Perbankan No 10 tahun1998 kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak  peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Adapun unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit adalah sebagai berikut : a.   Kepercayaan adalah suatu keyakinan pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan (berupa uang, barang atau jasa) akan benar-benar diterima kembali dimasa tertentu dimasa datang.  b.   Kesepakatan adalah disamping unsur percaya di dalam kredit juga mengandung unsur kesapakatan antara si pemberi kredit dengan si penerima kredit. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian dimana masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajiban masing-masing.    http://jurnal.unimus.ac.id 5 c.   Jangka Waktu adalah setiap kredit yang diberikan memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati. d.   Resiko adalah adanya suatu tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan suatu resiko tidak tertagihnya/macet pemberian kredit. Semakin panjang suatu kredit semakin besar resikonya demikian pula sebaliknya. e.   Balas Jasa merupakan keuntungan atas pemberian suatu kredit atau jasa tersebut yang kita kenal dengan nama bunga. Pengertian Usaha Gadai Usaha Gadai adalah kegiatan menjaminkan barang-barang berharga kepada pihak tertentu, guna memperoleh sejumlah uang dan barang yang dijaminkan akan ditebus kembali sesuai dengan perjanjian antara nasabah dengan lembaga gadai. Sifat-sifat Umum Dari Gadai Adalah Sebagai Berikut a)   Gadai adalah untuk barang bergerak Benda yang menjadi objek gadai adalah benda bergerak baik berwujud maupun tak berwujud. Benda bergerak tak berwujud yaitu hak tagihan.  b)   Sifat kebendaan Tujuan sifat kebendaan disini adalah untuk memberikan jaminan bagi pemegang gadai bahwa dikemudian hari piutangnya pasti dibayar dari nilai barang jaminan. c)   Benda gadai dikuasakan pemegang gadai Karena benda gadai harus bergerak,maka harus ada hubungan yang nyata antara  benda dan pemegang gadai. Benda gadai harus diserahkan oleh pemberi gadai kepeda pemegang gadai,benda gadai tidak boleh dalam kekuasaan wakil atau  petugas pemberi gadai. Hak dan Kewajiban Pemegang Gadai Selama berlangsungnya gadai, pemegang gadai mempunyai beberapa hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Hak-hak tersebut adalah: a.   Hak untuk menahan benda gadai Pada pasal 1159 ayat 1 KUH Perdata menyebutkan bahwa “Selama pemegang gadai tidak menyalahgunakan benda gadai, maka si berhutang tidak berkuasa untuk menuntut pengembaliannya, sebelum ia membayar sepenuhnya baik uang  pokok maupun bunga dan biaya hutangnya, yang untuk menjaminnya barng gadai
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks