Laporan Prakesmas Tinjauan Pustaka

 Genealogy

 3 views
of 4
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Description
Laporan Prakesmas Tinjauan Pustaka
Share
Tags
Transcript
  TINJAUAN PUSTAKA A.   Demam Berdarah 1)   Pengertian Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi yang sistemik dan dinamis. Berdarah Dengue memiliki spektrum klinis yang luas, mencakup manifestasi klinis yang parah dan yang tidak. Seringkali manifestasi klinis tersebut diiringi dengan evolusi dan hasil tidak bisa diprediksi. Setelah masa inkubasi rasa sakit muncul secara tiba-tiba dan diiringi denga tiga fase,  febrile  (demam tinggi), critical   (kritis), dan recovery  (penyembuhan) seperti yang disajikan dalam gambar 1.1. Gambar 1.1 Tiga Fase DBD    Untuk penyakit yang kompleks dalam manifestasinya,  pengendalian DBD relative sederhana, tidak membutuhkan biaya mahal, dan sangat efektif dalam menyelamatkan banyak nyawa sepanjang intervensi yang dilakukan secara benar, berkala, dan  berkelanjutan. Kunci pengendalian DBD terletak apada deteksi dini dan pemahaman mengenai masalah klinis dalam dari ketiga fase  berbeda DBD, mengarah pada pendekatan rasional untuk manajemen kasus dan outcome  klinis yang baik. Aktivitas (triase dan manajemen pengambilan keputusan) pada pelayanan level  primer dan sekunder memiliki peran yang sangat krusial dalam menentukan outcome  klinis dari penyakit DBD. Respon garis depan (pelayanan primer) yang dimanajemen dengan baik tidak hanya mampu menurunkan jumlah pasien yang harus dilarikan ke rumah sakit, tetapi juga menyelamatkan nyawa dari para pasien DBD. Pemberitahuan dini dari kasus DBD di pelayanan kesehatan  primer dan sekunder sangat penitng untuk mengidentifikasi wabah menginisiasi respon dini. B.   Manajemen Vektor Pencegahan transmisi DBDsepenuhnya tergantung pada kontrol vektor nyamuk atau interupsi kontak antara manusia dan vektor. Aktivitas untuk mengontrol transmisi DBD harus menargetkan  Aedes aegypti  (vektor utama) di habitatnya, baik pada fase muda maupun dewasa. Sekolah, rumah sakit, atau perkantoran merupakan tempat yang harus diperhatikan, karena di tempat tersebut kebanyakan terjadi kontak antara manusia dan vektor. Nyamuk  Aedes aegypti  kebanyakan bersarang di  penampungan air yang bersih di lingkungan rumah, seperti tempat  penyimpanan air, dan pot tanaman hias. Di samping itu, sarang nyamuk  juga bisa berupa tempat penampungan air hujan secara tidak sengaja, seperti ban bekas, kaleng, botol, dan sebagainya. Biasanya, nyamuk tidak terbang terlalu jauh dari sarang, hanya sekitar 100 meter dari tempat mereka muncul. Hampir sebagian besar nyamuk mengigit manusia, terutama pada siang hari di tempat terbuka maupun dalam ruangan.  Manajemen vektor terintegrasi atau  Integrated Vector Mangement   (IVM) adalah pendekatan strategis untuk kontrol vektor yang dipromosikan oleh WHO, termasuk diantaranya pengendalian vektor DBD. Manajemen vektor terintegrasi tersebut didefinisikan sebagai “proses pengambilan keputusan yang rasional untul peng gunaan sumber daya secara optimal dalam kontrol vektor penyakit” dengan lima elemen kunci dalam proses manajemen, yaitu:    Advokasi, mobilisasi sosial, dan legislasi    –   pengembangan peraturan  perundang-undangan dalam semua pihak terkait, termasuk masyarakat sipil; memperkuat regulasi dan legislasi dalam mengontrol kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat.    Kolaborasi antara sektor kesehatan dan sektor lain    –   kerjasama antara sektor kesehatan dan pihak swasta, perencanaan dan  pengambilan keputusan didelegasikan ke level administrative yang  paling rendah, manajer program untuk penyakit vector-borne , dan sebagainya.    Pendekatan terintegrasi untuk kontrol penyakit  –   memastikan  penggunaan sumber daya yang tersedia secara rasional dengan aplikasi  pendekatan multi-disease control  , integrasi metode kontrol kimia dan non-kimia, dan integrasi dengan ukuran kontrol penyakit lain.    Pembuatan keputusan berdasarkan fakta dan bukti  –   adaptasi strategi dan intervensi untuk ekologi, epidemiolodi, dan sumber daya vektor lokal, dibimbing oleh peneletian operasional dan subjek yang melakukan pengawasan dan evaluasi secara rutin.    Pengembangan kapasitas  –   pengembangan infrastrutur esensial, sumber daya manusia dan finansial yang mencukupi untuk level lokal dan nasional untuk pelaksanaan program-program manajemen vektor terintegrasi dengan berdasarkan analisis situasi. Kontrol  Aedes aegypti  sebagian besar dicapai dengan menghilangkan habitat tempat nyamuk bersarang. Habitat ini dieliminasi dengan mencegah akses nyamuk ntuk bersarang dengan menguras air dalam  penampungan dan membersihkannya, mencegah perkembangan jentik di  dalm air dengan menggunakan insektisida atau kontrol agen biologis, membunuh nyamuk dewasa dengan insektisida, atau kobinasi dari  beberapa metode tersebut.
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks