5. TINJAUAN PUSTAKA

 Theater

 4 views
of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Description
5. TINJAUAN PUSTAKA
Share
Tags
Transcript
    2. TINJAUAN PUSTAKA A. Aspek Teknis 1. Pancing  Aspek teknis dari suatu usaha penangkapan yang perlu diperhatikan adalah jenis alat dan ukurannya, jenis perahu/kapal (termasuk jenis penggerak yang digunakan), kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan, metode penangkapan, lama trip, jumlah trip per bulan, jumlah trip tahun, penanganan hasil tangkapan selama operasi, daerah penangkapan, waktu penangkapan dan kapasitas tangkap dari unit yang diusahakan (Monintja dkk., 1986). Pancing Tonda merupakan alat tangkap ikan tradisional yang bertujuan untuk menangkap ikan-ikan jenis pelagis. Pancing Tonda dikelompokan ke dalam alat tangkap pancing ( Hook and Line ) (Subani dan Barus 1989).  Alat penangkapan pancing mempunyai segi-segi positif, yaitu: 1. Alat-alat pancing tidak susah dan mudah dalam pengoperasiannya. 2. Organisasi usahanya kecil, dengan modal sedikit usaha pancing, sudah dapat berjalan. 3. Syarat-syarat fishing ground-nya relatif sedikit dan dapat dengan bebas memilih. 4. Pengaruh cuaca, suasana laut relatif kecil. 5. Ikan-ikan yang ditangkap satu per satu sehingga kesegaran dapat terjamin (Dinas Perikanan Propinsi Jawa Barat, 2008). Namun dari segi-segi positif di atas, teknik penangkapan ikan ini mempunyai beberapa kelemahannya, yaitu : 1. Jumlah ikan yang ditangkap relatif sedikit.  4 2. Umpan sangat berpengaruh terhadap jumlah kali operasi yang dapat dilakukan. 3. Keahlian sipemancing sangat menonjol walaupun tempat, waktu dan persyaratan lainnya sama, hasil tangkapnya akan berbeda beda satu sama lainnya. 6. Pancing terhadap ikan adalah pasif, pancing akan ditarik setelah ikan memakan umpannya (Dinas Perikanan Propinsi Jawa Barat, 2008). Pancing Tonda terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu (1) tali pancing yang terbuat dari monofilament   no.50 dan 100 dengan panjang antar 60-200 m. (2) mata pancing bisa tunggal atau ganda tetapi ada juga yang memakai mata pancing sebanyak tiga buah yang diikat menjadi satu yang berfungsi untuk menjerat ikan. (3) Penggulung tali dari bahan plastik dan kayu waru (4) kili-kili ( swivel  ) yang dipakai agar tali tidak terbelit (Subani dan Barus 1989). Menurut Gunarso (1985) Pancing Tonda atau pancing tarik merupakan alat penangkap ikan tradisional. Alat ini digunakan untuk menangkap jenis-jenis ikan pelagis yang biasa hidup dekat permukaan. Konstruksi dari Pancing Tonda ( Troling Line ) adalah pancing yang diberi tali panjang dan ditarik oleh perahu atau kapal pancing diberi umpan ikan segar atau umpan palsu karena adanya tarikan maka umpan akan bergerak di dalam air sehingga dapat merangsang ikan buas untuk menyambarnya (Padli, 2009). Pengoperasian Pancing Tonda sebaiknya dilakukan siang hari karena menggunakan umpan tiruan untuk mengelabuhi penglihatan ikan. Kegiatan ini dimulai dengan mempersiapkan pancing yang terdiri dari joran, gulungan, tali pancing, mata pancing dan umpan keadaan mata pancing perlu diperhatikan mata masih tajam atau tidak. Apabila sudah tumpul, mata pancing perlu ditajamkan dengan alat pengasah, seperti pengasah pisau atau gerinda  5 batu.Ikan-ikan pelagis yang menjadi sasaran lebih tertarik pada benda yang bergerak atau berenang menyerupai ikan atau cumi-cumi hidup. Untuk membuat umpan lebih aktif, bisa melayang dipermukaan air, kapal dapat dijalankan dengan gerakan zig-zag (berjalan tidak lurus). Dengan cara seperti ini gerakan permukaan air akan lebih banyak sehingga umpan kelihatan lebih aktif dan akhirnya mampu menarik perhatian ikan pelagis, kebanyakan ikan pelagis mudah tertarik pada permukaan air laut yang bergerak seperti bekas permukaan yang telah dilewati oleh kapal (Puser, 2010). Berdasarkan tingkat produksi fisik yang dihasilkan untuk suatu alat tangkap, dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan hasil perikanan dapat dilakukan dengan cara penambahan trip (khusus pada musim puncak). Selain itu ditunjang oleh daya tahan alat dan harga hasil tangkapan yang layak. Faktor lain yang turut menentukan peningkatan produksi adalah penyempurnaan alat, metode dan teknik penangkapan (Monintja dkk,1986). 2. Kapal  Kapal ikan adalah salah satu jenis dari kapal laut, karena itu syarat-syarat yang diperlukan oleh suatu kapal laut juga diperlukan kapal ikan. Namun demikian berbeda dengan jenis kapal umum lainnya seperti kapal penumpang atau kapal barang, kapal ikan mempunyai fungsi operasional yang lebih rumit dan berat. Kapal ikan dipakai untuk menangkap, menyimpan dan mengangkut ikan serta kegiatan lain yang berhubungan dengan tujuan usaha perikanan (Subani dan Barus 1989). Pancing Tonda dalam pengoperasianya dibantu dengan menggunakan kapal bermotor. Kapal berfungsi untuk menarik pancing dan membawa hasil tangkapan. Biasanya tiap kapal membawa lebih dari dua buah pancing sekaligus (Subani dan Barus 1989).  6 Menurut Ayodhyoa (1972) kapal ikan memiliki jenis dan bentuk yang beraneka ragam, dikarenakan tujuan usaha keadaan perairan dan lain sebagainya, yang dengan demikian bentuk usaha itu akan menentukan bentuk dari kapal ikan. Ukuran utama kapal terdiri dari panjang kapal (L), lebar kapal (B), tinggi kapal (D), dan draft (d). besar kecilnya ukuran utama kapal berpengaruh pada kemampuan (ability) suatu kapal dalam melakukan pelayaran atau operasi penangkapan, dimana: Nilai L (panjang) , erat hubungannya dengan interior arrangement, seperti letak kamar mesin, tangki air tawar, palka, kamar ABK, perlengkapan alat tangkap dan peralatan lainnya. Nilai B (lebar) , berhubungan dengan stabilitas dan daya dorong kapal. Nilai D (dalam tinggi) , berhubungan erat dengan tempat penyimpanan barang atau ruang serta stabilitas dari kapal (Ayodhyoa,1972). Jika nilai L/B mengecil, akan berpengaruh buruk terhadap kecepatan. Jika L/D membesar, longitudinal strength  akan melemah. Selanjutnya jika B/D membesar, stabilitas akan baik tetapi daya dorong kapal memburuk (Ayodhyoa,1972). Kapal yang didesain untuk memancing ikan dengan tonda ( trolling  ) biasanya berbentuk agak ramping dengan bentuk seperti ini gerakan kapal menjadi lebih lincah. Selain itu, kapal juga di lengkapi dengan mesin-mesin kecepatan tinggi, bahkan kadang-kadang ada yang menggunakan mesin ganda keberhasilan memancing dengan tonda memang sangat dipengaruhi oleh laju kapal yang di gunakan untuk keberhasilan menonda sebaiknya menggunakan kapal dengan kecepatan antara 10-12 knot (Puser, 2010).  7 B. Aspek Biologi Hasil tangkapan Pancing Tonda yaitu ikan-ikan pelagis salah satunya adalahikan Cendro ( Tylosurus crocodilus ) ikan ini sekilas mirip barakuda, tetapi mulutnya lebih panjang dan lebih ramping ukuran ikan ini dapat mencapai panjang 100-150 cm dan matang gonad pada ukuran diatas 75 cm. Ikan sori atau ikan cendro merupakan ikan pelagis (permukaan) dan hidup soliter atau dalam kelompok kecil, hidup di pantai dengan kedalaman kurang dari 13 meter. Hidup dengan makan ikan-ikan kecil dipermukaan biasanya waktu penggandaan populasi sekitar 1,4  –  4,4 tahun dan penangkapannya menggunakan Pancing Tonda, Pancing Layang-layang, Jaring Insang Hanyut. Daerah penyebaran ikan ini sepanjang pantai perairan yang berbatasan laut dalam terutama perairan Indonesia bagian timur, selatan Jawa, barat Sumatera, dan Selat Sunda (Eko,2009). C. Faktor Oseanografi Suhu adalah salah satu faktor penting dalam mengatur proses kehidupan dan penyebaran organisme. Pada umumnya bagi organisme yang tidak dapat mengatur suhu tubuhnya memiliki proses metabolisme yang meningkat dua kali lipat untuk setiap kenaikan suhu 10 0 C (Nybakken, 1992). Tiap spesies ikan menghendaki suhu optimum, dan perubahan suhu terpengaruh pada proses metabolisme, sehingga mempengaruhi aktivitas ikan dalam mencari makan dan pertumbuhan ikan selain itu juga mempengaruhi massa air laut (Brotowidjoyo dkk., 1995). Ikan yang hidup pada suhu optimum perairan berkisar 26-30°C adalah jenis ikan pelagis seperti ikan cendro ( Tylosurus crocodilus ) karena keberadaan beberapa ikan pelagis pada suatu perairan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor oseanografi dan salah satu faktor oseanografi yang dominan adalah suhu perairan (Gunarso,1985).
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks